Proses Pembuatan Batik Indonesia
conitphutthoi.com – Proses Pembuatan Batik Indonesia yang Sarat Nilai Seni


Proses Pembuatan Batik Indonesia bukan sekadar kain bermotif, melainkan karya seni yang di proses panjang, ketelitian
serta filosofi budaya.
1. Penentuan Motif Batik
Proses di mulai dengan merancang motif. Motif batik tidak di buat sembarangan banyak yang mengandung
makna filosofis seperti harapan, doa, status sosial, hingga hubungan manusia dengan alam dan Sang
Pencipta.
2. Pembuatan Pola pad
Motif yang telah di rancang kemudian di gambar di atas kain mori (kain katun khusus batik) menggunakan
pensil. Tahap ini menuntut ketepatan agar pola simetris dan proporsional, karena akan menjadi dasar seluruh proses berikutnya.
3. Pencantingan (Pemberian Mala
Inilah inti dari seni batik tulis. Pengrajin menggunakan canting untuk menorehkan malam (lilin panas)
mengikuti garis pola. Malam berfungsi sebagai perintang warna, sehingga bagian kain yang tertutup malam
tidak akan menyerap pewarna. Proses ini membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan keahlian tinggi.
4. Pewarnaan Kain
Kain kemudian di celupkan ke dalam larutan warna. Pada batik tradisional, pewarna sering berasal dari bahan
alami seperti indigo, kulit kayu, atau daun. Jika batik memiliki lebih dari satu warna, proses pencantingan dan
pewarnaan di lakukan berulang kali.
5. Pelorodan (Penghilangan
Setelah pewarnaan selesai, kain di rebus dalam air panas untuk menghilangkan malam. Tahap ini di sebut
pelorodan. Dari sinilah motif batik yang sesungguhnya mulai terlihat dengan jelas.
6. Finishing dan Pengeringan
Kain batik kemudian di cuci bersih dan di jemur hingga kering. Hasil akhirnya adalah selembar kain batik yang
kaya warna, detail, dan makna.
Tagged : Candi Borobudur